Jasa Olah Data Skripsi Tesis Dan Disertasi

Indana Consultan melayani berbagai jasa analisis data menggunakan software antara lain SPSS, Excel, Minitab, Eviews, Lisrel, SAS, SmartPLS, AMOS dan software lainnya sesuai dengan permintaan pelanggan. Dengan layanan cepat satu hari selesai, kami menjamin bahwa pengerjaan anaisis data sesuai dengan yang diinginkan dan presisi. Biaya yang wajar serta layanan prima menjadi keunggulan kami sehingga dijuliki sebagai layanan terbaik di Indonesia.

Indana Consultan sudah berdiri sejak tahun 2007 hingga sekarang, Ribuan clien telah kami bantu dan 100% merasa puas atas layanan yang kami berikan.

Sebagian besar clien mendapat informasi tentang layanan kami dari teman yang telah lebih dahulu menggunakan jasa kami dan merasa puas, recomended.

Harga yang wajar serta layanan yang memuaskan menjadikan kami menjadi pilhan pertama bagi calon clien-clien kami di seluruh Indonesia.

Populasi dan Sampel Penelitian

Setiap penelitian pasti memerlukan data atau informasi yang didapatkan dari sumber atau informan yang tepat dan dapat dipercaya. Data dan informasi tersebut digunakan untuk menjawab masalah penelitian atau untuk menguji hipotesis penelitian yang dilakukan. Oleh karena itu data atau informasi tersebut harus didapatkan dari sumber yang jelas dan terpercaya, sebab jika tidak maka data atau informasi yang didapatkan tidak dapat memberikan gambaran atau jawaban dari persoalan penelitian yang akan dijawab. Akibat lebih lanjut adalah sebuah penelitian akan menghasilkan kesimpulan yang salah.

Seluruh sumber data yang dapat memberikan informasi yang berguna bagi masalah penelitian yang diteliti disebut populasi penelitian. Sedangkan upaya untuk menetapkan Sumber data dari populasi agar dapat mewakili sifat dan karakter populasi dinamakan penarikan sampel penelitian. Oleh karena begitu pentingnya populasi dan sampel dalam penelitian maka pemahaman mengenai kedua konsep tersebut harus benar-benar diperhatikan sebelum peneliti melakukan penelitian.

Pengertian Populasi

Terdapat banyak definisi tentang populasi yang pada intinya adalah keseluruhan objek penelitian yang ditetapkan oleh peneliti. Sedangkan sebagian yang diambil dari keseluruhan objek yang diteliti dan dianggap mewakili seluruh populasi disebut sampel penelitian. Berikut ini adalah beberapa definisi yang disampaikan oleh beberapa ahli metodologi penelitian.

Sugiyono mengartikan populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Oleh sebab itu populasi bukan hanya orang tetapi juga benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek atau subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik sifat yang dimiliki oleh objek atau subjek itu.

Nana sudjana dan Ibrahim menyatakan bahwa populasi maknanya berkaitan dengan elemen, yakni unit tempat diperolehnya informasi. Elemen tersebut bisa berupa individu, keluarga, rumah tangga, kelompok sosial, sekolah, kelas, organisasi dan lain-lain dengan kata lain populasi adalah kumpulan dari sejumlah elemen.

Suharsimi Arikunto mendefinisikan bahwa populasi adalah keseluruhan subjek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti sebuah elemen yang ada dalam wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi. Studi atau penelitiannya juga disebut studi populasi atau studi sensus. Penelitian populasi hanya dapat dilakukan bagi populasi terhingga dan subjek yang tidak terlalu banyak.

Muhammad Nazir menyatakan bahwa populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri-ciri tersebut dinamakan variabel. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan populasi finit sedangkan Jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap, ataupun jumlahnya tidak terhingga disebut populasi Infinite.

Margono berpendapat bahwa, populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, hewan, tumbuh-tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes atau peristiwa-peristiwa sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu di dalam suatu penelitian. Kaitanya dengan batasan tersebut populasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu

pertama populasi terbatas atau disebut dengan populasi terhingga. Yakni populasi yang memiliki batas kuantitas secara jelas karena memiliki karakteristik terbatas. Contohnya 1000 orang guru madrasah aliyah tersertifikasi profesional pada tahun 2011 sampai dengan 2014 dengan karakteristik masa kerja 5 tahun lulusan program Strata 1.

Kedua populasi tak terbatas atau populasi tak terhingga, yakni populasi yang tidak dapat ditemukan batas-batasnya, sehingga tidak dapat dinyatakan dalam bentuk jumlah secara kuantitatif. Misalnya guru di Indonesia yang Berarti jumlahnya harus dihitung sejak guru pertama ada sampai sekarang dan yang akan datang. Dalam keadaan seperti itu jumlahnya tidak dapat dihitung hanya dapat digambarkan suatu jumlah objek secara kualitas dan karakteristik yang bersifat umum yaitu orang-orang dahulu sekarang dan guru yang akan datang populasi seperti ini disebut juga dengan parameter.

Selanjutnya Margono juga membedakan sifat populasi dalam dua bagian yaitu :

  1. Populasi homogen, yaitu populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama, sehingga tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif. Contohnya seorang dokter yang akan melihat golongan darah seseorang maka ia cukup mengambil setetes darah saja. Dokter itu tidak perlu satu botol sebab setetes dan sebotol adalah hasilnya akan sama saja.
  2. populasi heterogen, yaitu populasi yang unsur-unsurnya memiliki sifat atau keadaan yang bervariasi, sehingga perlu ditetapkan batas-batas, nya baik secara kualitatif maupun secara kuantitatif. Penelitian di bidang sosial yang objeknya manusia atau gejala-gejala dalam kehidupan manusia menghadapi populasi yang heterogen.

Pengertian Sampel

Sampel penelitian dapat dipahami sebagai bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi. Bila populasi besar dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu, kesimpulannya akan dapat diberlakukan untuk populasi untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representative.

Suharsimi arikunto menjelaskan bahwa sampel adalah sebagian atau wakil populasi yang diteliti. Jika kita hanya akan meneliti sebagian dari populasi, maka penelitian tersebut disebut penelitian sampel. Nama sudjana dan Ibrahim menyatakan bahwa sampel adalah sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi.

Sebuah penelitian diperlukan sampel penelitian disebabkan karena beberapa hal diantaranya adalah:

  1. Peneliti bermaksud mereduksi objek penelitian sebagai akibat dari Besarnya jumlah populasi sehingga harus diteliti sebagian saja.
  2. Penelitian bermaksud mengadakan generalisasi dari hasil-hasil penelitiannya, dalam arti mengenakan kesimpulan-kesimpulan kepada objek gejala atau kejadian yang lebih luas.

Manfaat menggunakan sampling

Manfaat penggunaan sampel dalam penelitian menurut notoatmodjo dalam Pengantar statistik untuk pendidikan dan sains diantaranya adalah :

  1. Menghemat biaya, proses pelaksanaan penelitian yang mencakup alat penelitian, pengumpulan data, pengolahan data dan sebagainya memerlukan biaya yang relatif besar. Apabila penelitian tersebut dilakukan terhadap seluruh objek yang diteliti, sudah barang tentu akan makan lebih banyak biaya. Oleh sebab itu dengan sampling dalam arti penelitiannya hanya dilakukan terhadap sebagian populasi biaya tersebut dapat ditekan dan dikurangi.
  2. Menghemat tenaga. pelaksanaan penelitian yang dilakukan terhadap seluruh populasi jelas akan memerlukan tenaga yang lebih banyak bila dibandingkan dengan penelitian yang hanya dilakukan terhadap sebagian saja dari populasi. Dalam kata lain, penelitian yang dilakukan hanya terhadap sampel ini lebih menghemat tenaga.
  3. Menghemat waktu, pelaksanaan penelitian yang dilakukan terhadap semua populasi pasti membutuhkan waktu yang lama bila dibandingkan dengan sebagian populasi saja, oleh sebab itu jelas bahwa Penelitian yang dilakukan terhadap sampel akan menghemat waktu dan dapat mempercepat pelaksanaan penelitian.
  4. Memperoleh hasil, yang lebih akurat Penelitian yang dilakukan terhadap populasi jelas akan menjadi sumber daya yang lebih besar termasuk usaha analisis. Hal ini akan berpengaruh terhadap keakuratan hasil penelitian dengan menggunakan sampel maka dengan usaha yang sama akan diperoleh hasil yang lebih akurat.

Menentukan ukuran sampel

Dalam setiap penelitian, seorang peneliti tentu menginginkan data yang didapatkan akurat dan informasi yang didapatkan mewakili keseluruhan populasi. Akan tetapi bukan persoalan mudah untuk menentukan sampel tersebut, oleh karena itu dibutuhkan teknik bagaimana cara menentukan sampel yang tepat. Pada prinsipnya semakin banyak sampel atau semakin mendekati populasi, maka peluang kesalahan generalisasi semakin kecil, dan begitu juga sebaliknya semakin kecil jumlah sampel atau semakin menjauhi populasi maka semakin besar kesalahan generalisasi.

Generalisasi adalah ke khasan penelitian kuantitatif di mana penelitian berangkat dari sampel yang merupakan bagian populasi tertentu, selanjutnya diberlakukan secara umum atau generalisasi kepada seluruh populasi. Sebaliknya dalam penelitian kualitatif hasil penelitian hanya berlaku untuk kasus dan situasi sosial tertentu. Hasil penelitian tersebut dapat ditransferkan atau diterapkan ke situasi sosial lain, jika situasi sosial lain tersebut memiliki kesamaan dan kemiripan dengan situasi sosial yang diteliti.

Dalam penelitian kuantitatif, dalam rangka menentukan besaran sampel yang dibutuhkan bagi ketepatan, perkiraan, perlu diketahui hal-hal sebagai berikut :

  1. Berapa angka perkiraan proporsi yang akan diukur. Misalnya akan meneliti prevalensi penyakit eklampsia maka kita harus memperkirakan berapa angka prevalensi yang akan diperoleh dalam populasi bila tidak diketahui maka gunakan 0,5.
  2. Berapa derajat kebebasan yang diinginkan dalam penelitian tersebut, atau disebut juga berapa penyimpangan estimasi sampel dari proporsi sebenarnya dari keseluruhan populasi. 0,01 bila di Insan kecepatan yang tinggi apabila ingin lebih rendah gunakan 0,05.
  3. Berapa derajat kepercayaan yang diinginkan agar estimasi sampel akurat pada umumnya digunakan 99% atau 95%.
  4. Berapa jumlah populasi yang harus di wakili sampel.